Tampilkan postingan dengan label MUSIK. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MUSIK. Tampilkan semua postingan

Selasa, 08 November 2011

Story of Peter - Sarasvati Yang Selalu Mengisi Hati

Sarasvati - Story of Peter

Pertama kali mengenal band ini dari seorang rekan sesama penggila kegiatan naik gunung. Dan langsung saja saya dibuat jatuh cinta saat mendengarkan track demi tracknya. Luar biasa! Itulah kata yang saya ucapkan, meski hanya di dalam hati.

Agak lupa track yang mana yang saya dengarkan untuk pertama kali malam itu. Tapi sejak malam itulah akhirnya semua track yang ada di Album Story of Peter menjadi wajib saya dengarkan setiap harinya jika ada kesempatan untuk menyetel Winamp/Audio Player.

Agak sedih ketika sempat beberapa waktu tidak dapat lagi secara rutin mendengarkan Story of Peter yang track demi tracknya seakan membawa saya berjalan-jalan jauh ke alam yang lain. Alam yang begitu tenang, damai, dan menentramkan kegelisahan yang mau tidak mau memang saya rasakan selagi saya hidup. Beruntunglah BB yang terjual dapat menyisakan uang sehingga saya dapat membeli Album Original Band Bandung tersebut.

Story of Peter sendiri terdiri dari 7 Track yang dibuka langsung oleh lagu Story of Peter yang menjadi judul albumnya. Saya sendiri tidak begitu tau tentang cerita dibelakang pembuatan lagu ini. Yang jelas saya sangat menyukainya. Namun dari beberapa cerita yang saya baca, lagu tersebut merupakan pengalaman Teh Risa yang konon diberi kelebihan untuk "merasakan" sesuatu yang tidak dirasakan oleh manusia kebanyakan.

Cut & Paste menyusul di track kedua. Track yang dahsyat. Mengalun menembus telinga dan masuk begitu dalam ke hati saya. Ingin orgasme rasanya jika mendengarkan alunan nada track yang satu ini :D

Berurutan, Question, Fight Club, Oh I Never Knew, dan Perjalanan (lagu lama yang rasanya sudah saya lupa sebelum saya mendengarkan lagi dengan versi mereka) menjadi track selanjutnya. Oh I Never Knew sontak menjadi track wajib bagi saya, wajib saya mainkan setiap saya memegang gitar saat sendirian di tengah malam sambil menatap bintang/bulan (kebiasaan orang kurang kerjaan, demikian tetangga saya bilang, but I don't care! Only God can judge me).

Dan tanpa berpanjang kata karena laptop yang saya gunakan untuk mengetik hari ini bukan laptop saya, dan pemakaiannya sendiri digilir untuk 3 orang yang memiki kepentingan yang lebih penting dari si pemilik laptop sendiri, saya mengucapkan beribu terima kasih kepada pemuda kurus berkacamata bernama Benny yang telah mengenalkan saya akan dahsyatnya Sarasvati. Hope all the best for you my guys :D

Padang, 2011

Minggu, 09 Oktober 2011

BELATI KALAM PROFAN

Ditulis malam pertama pemusnahan total para oponen
para despot yang menahun bermimpi tentang dunia yang homogen
kami jawab tantangan gelap dengan hunusan kalam puputan
bagi para sponsor pembangunan altar detasemen dua angka delapan
dengan prosa yang bernafas dalam kubangan bangunan
yang kalian rancang di bawah barisan nisan yang kalian pancang
bagi para pagan yang mati menyusuri jalur ziarah
pada situs yang menampung gunungan pahala seamis darah
segelap pitam para penghuni neraka yang kalian ciptakan
bersama mimpi-mimpi buruk yang kalian kirim lewat tingkatan
kasta dan jurang pemisah yang kalian sebut takdir
yang aku sumpah semua meruntuh lebih cepat dari hitungan jam pasir
kalian citrakan kasir sebagai petanda datangnya surga dimuka bumi
berlindung di balik kosakata stabilitas dan konstitusi
belati para profan, dibawah serapahmu aku bersumpah
lebih baik kami mati terlupakan daripada selamanya dikenang orang karena menyerah

hunusan belati penasbihan penghabisan//

rima ini lupa berduka terluka sedemikian rupa
sehingga bernazar untuk hidup tanpa hamba dan paduka
murka tanah tua jawa yang membabi buta mencari ghurka
dari dupa kotak suara demokrasi dasamurka
karena rima ini adalah pusaka perusak tameng
para pengecut yang bersuaka dibalik rentetan angka dan pujian pada prasangka
aku adalah sumber petaka bagi semua tuhan dan iblis yang membendung dunia di atas undang-undang dan fakta.
bagi para arsitek dunia pasca keruntuhan
para idiot seperti Aidit, berkas bank yang kau audit,
invasi kultural MTV, dan Coca-cola
sejak mulut Faisol Reza sudah se-fasis pedang para GPK
dihadapan barisan nisan, ribuan tumpukan Big Mac
dan kontol intelejen perpanjangan tangan
neo-imperalis yang bersenjatakan pasar dan hutang
aku berdiri tegak dengan hunusan belati kalam profan penasbihan penghabisan
aku pemanen bernubuwat layak ribuan riff Azaghtot
bagi semua b-boy yang bersampah bacot
hingga hasratku berkarat, hingga hikayat kepalanku tamat
hingga kepala Siti Jenar berpulang pada para jasad
Marley, Malaka, Morrison , Thukul dan Sabate diatas horizon
kanon yang meluluhlantak semua antek panoptikon
rima ini bergerak dalam lamat, belatung pengerat
keyakinan para Lenin yang dilanda kemiskinan-kemiskinan filsafat

- Homicide

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Komunitas Warna Warni | Bloggerized by Otak Kiri - Otak Kiri